becoming fifth dimensional

Conscious reading

Yang dimaksud disini adalah membaca dengan sadar, cermati setiap makna dan konteks ataupun ide yang disampaikan melalui tulisan, lalu check dengan indera ke-6 atau intuisi kamu. Apakah ide/konteks yang disampaikan masuk akal (sejalan dengan logika) dan apakah beresonansi dengan kebenaran atau “the truth” sesuai dengan intuisimu.
Hati kecilmu tidak bisa berbohong dan tidak bisa dibohongi. Biarkan dia yang menilai.


Jika ada keraguan atau penolakan dari dalam diri anda, cari beberapa referensi lain yang terpercaya. Setelah itu baru kamu bisa memutuskan untuk mempercayai sumber tulisan tersebut – atau anggap sebagai sumber yang diragukan kebenarannya atau hoax.

Setiap kata yang terangkai memiliki energi dari penulisnya. Karena tulisan adalah buah pikiran dari sang penulis. Thought-form memiliki energi yang kuat. Terlebih lagi jika buah pikiran tersebut dihasilkan dari pemikiran dan perasaan yang dalam seperti puisi tentang cinta ilahi Jalaludin Rumi, yang tetap akan hidup dari masa ke masa karena menyuarakan kebenaran.


“Jangan tanya apa agamaku. Aku bukan Yahudi, bukan Zoroaster, bukan pula Islam. Karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku”


” with each book, I become the better version of myself