becoming fifth dimensional

Bangsa Lemuria

Perjalanan spiritual manusia dimulai dari peradaban yang hilang dari Bangsa Lemuria. Para ahli filsafat dan teosofi mengeluarkan teori tentang bangsa Lemuria sebagai akar bangsa ke-3  (third root-race) di dunia, cikal bakal manusia modern. Bukan seperti teori evolusi Darwin yang mengatakan manusia berasal dari kera. Dimulai sekitar 34.000 tahun yang lalu sebelum masehi, sebuah peradaban terbentuk. Kala itu komposisi bumi masih sangat berbeda, atmosfir belum terbentuk sempurna, masih sangat padat dipenuhi dengan zat-zat yang berbahaya untuk kehidupan. Jenis2 tanaman yang tumbuhpun masih berupa tanaman paku prehistorik dan sejenis pohon pinus. Walaupun begitu kehidupan seperti hewan amphibi, hewan sejenis burung yang bisa terbang dan makhluk bertulang belakang sudah ada. Bumi dipenuhi dengan hewan sejenis kadal – cikal bakal dinosaurus, yang memang lebih tahan hidup di lingkungan yang keras demikian.




Bangsa Lemurian saat itupun belum memiliki bentuk manusia sempurna seperti sekarang. Karena dipercaya sebagai makhluk dari dimensi yang lebih tinggi tingkatnya – tanpa bentuk fisik. Mereka mulai bertransformasi ke dimensi ketiga dan mengambil bentuk fisik. Bentuk fisik bangsa Lemurian saat itu berupa makhluk tanpa gender (jenis kelamin)  namun memiliki kemampuan bereproduksi tanpa proses fertilisasi. Tubuh yang masih memiliki komposisi kepadatan yang berbeda tersebut lama kelamaan beradaptasi dengan lingkungannya, berevolusi dengan menumbuhkan tulang belakang yang kuat untuk menopang tubuhnya untuk berdiri tegak. Saat itu mereka memiliki mata ketiga, yang dipercaya terletak di kepala bagian belakang. Kedua mata mereka terletak di bagian wajah, namun berjauhan. Mata ketiga tersebut menjadi bagian terpenting fungsi penglihatan bagi bangsa Lemurian. Namun pada akhirnya dalam proses evolusi, mata ketiga tersebut menjadi bagian internal yang tidak lagi berfungsi sebagai penglihatan –  sekarang dikenal sebagai pineal gland.



Bangsa Lemuria menurut William Scott-Elliot:

Tubuh mereka berukuran besar, antara 3.5 meter sampai 4.5 meter. Kulit mereka cenderung berwarna gelap atau coklat matang kekuningan. Tulang rahang panjang dan rendah dengan sepasang mata yang tajam – namun berjauhan, memungkinkan mereka untuk melihat kesamping dan ke depan secara bersamaan. Mata ketiga, terletak di belakang kepala. Bentuk tengkorak memanjang ke belakang dan ke atas.

Menjelang paruh kedua peradaban Lemurian berjalan, mereka beradaptasi untuk pemisahan gender melalui proses evolusi yang sangat panjang dan bertahap. Di awal peradaban, setiap individu Lemurian tidak memiliki gender dan mereka menghasilkan keturunan dengan cara partenogenesis, bereproduksi tanpa melalui proses pembuahan. Namun setelah berevolusi, mereka mulai melahirkan keturunan dengen jenis kelamin berbeda.



Bangsa Lemurian – by Lanterha Lemurian Meditation Community

Bangsa Lemurian dahulu kala berbahasa ZHUNNDA dan tidak punah, namun berpindah dimensi ke planet yang terletak di Gugusan ORKADAR. Zaman dahulu kala, benua Lemurian luas sekali. Peradaban bangsa Lemurain sangat tinggi menggunakan kristal kraiman sebagai bahan bangunan. 

Bangsa Lemurian juga mempunyai huruf sendiri yang disebut huruf Lemurian. Huruf Lemurian merupakan akar dari semua huruf. Huruf Lemurian ini terefleksi di setiap bahasa di seluruh dunia dan mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu, sehingga berubah-ubah dan diadaptasi sesuai tempatnya. 

Bangsa lemurian adalah bangsa yang luar biasa, dengan budaya yang luar biasa pula. Prinsip mereka ada dalam ajaran Wishnu. WISHNU adalah singkatan dari enam kunci dasar filosofi budaya Bangsa Lemuria. Ke enam hal tersebut adalah Waskita Iraada Satya Hambaala Naaritha Umaditha. 


Ajaran WISHNU memiliki peran yang vital dalam kehidupan bangsa Lemurian. Ia lebih dari sekedar simbol dan ritual. Prinsip bangsa Lemurian seperti air, mengalir. Air bisa masuk ke gelas dan membentuk seperti gelas. Bila wadahnya botol, maka ia pun menjadi seperti botol. Ketika air disumbat, maka ia akan mencari jalan. Ketika panas, air akan menguap. Sebagian besar diri kita adalah air, sehingga kenapa kita tidak belajar dari air? Air tidak pernah hilang, hanya berubah bentuk. 


Filosofi Bangsa Lemurian yang terangkum dalam WISHNU juga soal pembenahan diri. Pahami diri sendiri dulu.  Segala yang dari pencipta akan kembali lagi ke Sang Pencipta.

Bangsa Lemurian adalah bangsa yang sangat produktif. Selalu mementingkan kepentingan  bersama/orang banyak.


WISHNU

WASKITA adalah sebuah prinsip dimana kita mewaspadai nafsu-nafsu yang ada di dalam diri kita. Bagaimana nafsu tersebut secara cerdas membuat semua hal yang buruk tentang diri kita menjadi indah dan terlihat baik, dalam artian kita selalu membuat pembenaran-pembenaran terhadap kesalahan yang kita buat. WASKITA ini berlaku ke dalam diri kita dan juga keluar diri kita. Kewaspadaan ini adalah kewaspadaan universal. WASKITA akan membuat nafsu menjadi alat untuk kemajuan, bukan nafsu menjadi alat untuk mencari kesenangan dimana kita selalu ingin mencari enaknya sendiri. Sering tanpa memikirkan akibatnya bagi orang lain. WASKITA ini hanya bisa dicapai apabila kita benar-benar berfikir dengan tanpa beban untung dan rugi serta tanpa melibatkan enak atau tidak enak ketika melakukan sesuatu. WASKITA mengajarkan kita hanya memberi, tak harap kembali.

WASKITA, bentuknya tangan satu menempel di dada, satu di perut dengan dada tegak.

Kemudian, IRAADA. Yaitu kembali kepada Sang Pencipta. Segala sesuatu tidak pernah kita miliki secara pribadi. Semua yang datang dari Sang Pencipta akan kembali lagi kepada Sang Pencipta. Semua yang dimiliki oleh manusia hanyalah ujian.Tidak ada kepentingan lain, kecuali kita bekerja untuk Sang Pencipta. Karena kita diciptakan adalah untuk mengabdi kepada Sang Pencipta. Bentuk symbol dari IRAADA adalah seperti RUKU’.

SATYA, artinya konsisten pada satu jalan, yaitu jalan Sang Pencipta. Posisi SATYA, tangan di samping badan berdiri tegak (I’ITIDAL). Posisi tersebut dimaksudkan agar kita benar-benar tidak melenceng dari jalan Sang Pencipta dan kita tidak akan berpindah kepada ajaran yang menyesatkan.

Selanjutnya adalah HAMBAALA. Adalah penyerahan total kepada Sang Pencipta tanpa syarat, dengan posisi SUJUD tetapi tangan lurus ke depan. Itu adalah symbol kepasrahan yang sangat total. Tidak ada lagi ketakutan, tidak ada lagi kekhawatiran, tidak ada lagi tawar-menawar didalam memasrahkan diri kepada Sang Pencipta.

NAARITHA, adalah satu sikap dimana kita akan dihadapkan pada suatu keadaan bersimpuh di hadapan Sang Pencipta dengan posisi seperti duduk di antara dua sujud (IFTIROSY). Itu adalah symbol dimana kita akan dimintai pertanggungjawaban kepada Sang Maha Kuasa dan kita akan dihadapkan kepada pengadilan yang seadil-adilnya. Tidak ada hakim yang Maha Adil selain Sang Pencipta.

UMADITHA adalah sikap menerima dari semua keputusan Sang Pencipta tanpa protes. Jadi, semua keputusan akhir, apapun yang kita lakukan, terkembali lagi kepada Sang Pencipta, baik di dunia maupun di akhirat (TAWARRUK).



PROFIL LEMURIAN

Nama Bangsa.   : LEMURIAN

Tempat Tinggal : Benua Lemuria (IZLAN LEMURIA); GUGUSAN ORKADAR (PLANET LEMURIA)

Bahasa: ZHUNNDA

Pemimpin: RHAMIDAAR

Tatanan Politik: MILHINNIA

Falsafah Hidup: WISHNU (WASKITA, IRAADA, SATYA, HAMBAALA, NAARITHA, UMADITHA)


Istilah Kebijaksanaan:

SAVALLA ENTHARDA = BERSATUNYA HAMBA DENGAN KETENTUAN/HUKUM SANG MAHA PENCIPTA

ANJANA AMBIKA, ANJANA BALGIKA = ANDA MARAH, ANDA BODOH

NARATINA KAWAZA GALLUR NA KAWAZA = BERASAL DARI SANG MAHA PENCIPTA MAKA KEMBALINYA KEPADA SANG MAHA PENCIPTA

SATYA SALIRA = SETIA KEPADA SANG MAHA PENCIPTA

PUDIA SADYANA KAWAZA = SEGALA PUJI BAGI SANG MAHA PENCIPTA

SAMPRAZAAN = SELAMAT SEJAHTERA SEMOGA KESELAMATAN DAN KEBERKAHAN DILIMPAHKN KEPADA ANDA

RHAMPIAZA = DAN ANDA SEMUA DI SELURUH DIMENSI


Nama Wilayah dalam Bahasa Zhunnda:

BORNEO = Kalimantan

JANEVALLA = Jawa

VAPVA = Papua = Irian

ZULLA VESHI = Sulawesi

ZUMA TARINA = Sumatera

VATAN = Wetan = Timur

APHAREKYA = Afrika

BORIGHINNA = Australia

KULLON = Kulon = Barat



BLENDING.

#Dalam  artian luas adalah kemampuan seseorang dalam meleburkan dirinya pada lingkungan semesta kecil dan semesta raya ini.

#Kemampuan dia utk memahami ego yg ada di dalam diri sendiri. Bukan utk show up krn dia tidak membutuhkan pengakuan manusia2 lainnya krn dia menyadari tujuan mulia dari blending

#Esensinya adalah bagaimana kita mampu mengenali kinerja semesta raya ini dan batasan2nya. Strategi2 mengayun perlu dilakukan sebagai upaya downgrade kpd khalayak krn itu lah salah satu makna pelaku blending yakni memahami kelompok2 moral yg sdh terdoktrin oleh dogma selama ribuan tahun.

#Ketika memahami alur dan pola kita akan lebih bijak berlaku, bukan berpura2 tp itu adalah sebuah upaya peleburan diri  kondisi yg ada, disanalah makna peleburan itu. 




Untuk lebih lanjutnya silakan langsung kunjungi laman sumber  Lemuria (by Steiner)

Sumber dari:

  • Blavatsky, H.P. The Secret Doctrine II – Anthropogenesis. Pasadena, CA: Theosophical University Press, 1970.
  • Scott-Elliot, William. The Story of Atlantis & the Lost Lemuria. London: Theosophical Publishing House, 1954.
  • Godwin, Joscelyn. Atlantis and the Cycles of Time: Prophecies, Traditions, and Occult Revelations.
  • Steiner, Rudolf. Cosmic Memory: Prehistory of Earth and Man. Englewood, NJ: Rudolf Steiner Publications, 1959.
  • Perkins, James S. Visual Meditations on the Universe. Wheaton, IL: Theosophical Publishing House, 1984. Chapter 22: “Lemuria – Human Evolution Begins” gives a visualization of Lemuria.