becoming fifth dimensional

What is 100th monkey effects?

Kita sering mendengar istilah 100th monkey effect akhir-akhir ini. Tapi apakah arti sebenarnya? Seorang ilmuwan mempercayai bahwa ada keterkaitan antara satu kesaradan dengan kesadaran lainnya, reaksi spontan dapat terjadi pada sekelompok kesadaran yang menularkan behaviour/pemikiran tertentu kepada kelompok lainnya.

 

Menurut pengalaman pribadi, saya percaya pemahaman tersebut lebih tepat disebut sebagai morphic resonance. Morphic resonance adalah teori dimana dikatakan bahwa manusia memiliki collective consciousness, kesadaran kelompok – satu sama lain saling terhubung erat di dimensi ini, dimensi abstrak yang berisi pikiran, harapan dan visualisasi.

Lebih tepatnya, morphic resonance dijelaskan sebagai berikut:
“the idea of mysterious telepathy-type interconnections between organisms and of collective memories within species.”

Pernah mengalami kejadian yang seperti ‘kebetulan’? Saat kita sedang membutuhkan sesuatu, ada saja orang lain yang seperti membaca pikiran dan memberikan apa yang kita butuhkan. Atau saat kita merasa telah berhasil mencetuskan satu ide brilian, setelah di-google search ternyata sudah ada orang lain, atau malah beberapa orang, yang sudah terlebih dulu mencetuskan ide yang sama. Menurut saya, hal itu dikarenakan anda sudah tanpa sadar mengakses collective consciousness, alam bawah sadar yang kaya dengan ide, visualisasi dan harapan orang banyak.

Pertanyaan berikutnya adalah, apa yang akan anda lakukan setelah menyadari bahwa dimensi abstrak ini bisa diakses?

The hundredth monkey is a hypothetical phenomenon where a new behaviour or idea spreads by unexplained means from one group to another. Basically it refers to a sudden spontaneous and mysterious leap of consciousness achieved when an allegedly “critical mass” point is reached.

 

Sourced from : Wikipedia
https://www.scientificamerican.com/article/ruperts-resonance/

https://www.youtube.com/watch?v=iDAuE6j9s6k